Pustaka Rumah Kiri

Tinjuan Buku

Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century

AddThis Social Bookmark Button

Gurita CikeasBulan Desember 2009, dunia politik Indonesia kembali tersentak. Adalah George Junus Aditjondro sebagai pemicunya. Akibat buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century” yang ditulisnya, George Junus Aditjondro menggegerkan konstelasi politik nasional. Pasalnya, buku yang diterbitkan Galang Press Jogjakarta dan diluncurkan pada 23 Desember 2009 ini, sengaja mengungkap borok ‘Kerajaan’ Ciekas, tempat Presiden SBY.

Buku Membongkar Gurita Cikeas setebal 183 halaman ini didahuli dengan kata pengantar yang menyatakan bahwa penulis tidak bermaksud menyerang lingkaran keluarga Cikeas. Meski demikian, ini sebagai bentuk kepedulian penulis terhadap kinerja pemerintah SBY agar memberantas KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) tanpa tebang pilih. Add a comment

Read more...

Mazhab Frankfurt dan Teori Kritis

AddThis Social Bookmark Button

Sejarah Mazhab FrankfurtKekuatan Nazisme di Jerman, dan kemudian timbulnya perang ideologi antara Barat dan Timur (Kapitalisme dan Sosialisme), berdampak buruk bagi kalangan cendikiawan yang konsen dalam kajian sosia khususnya. Cendikiawan, dengan pemikiran kirinya harus menerima keterasingan, bahkan diasingkan jauh dari negaranya.

Kenyataan pahit ini diterima oleh cendikiawan pada kelompok kajian yang tergabung dalam Institut For Sozialforschung (Institut Penelitian Sosial), di Frankfurt. Namun ditengah pengasingan, para cendikiawan Institut itu tetap melakukan proses penelitiannya hingga mereka bersatu kembali pada 1950, setelah beberapa tahun pindah ke Amerika.

Add a comment

Read more...

Hantu Orde Baru, Kuasa Amnesia dalam Ilmu-ilmu Sosial di Indonesia

AddThis Social Bookmark Button

Social Science and Power in IndonesiaAda yang ganjil ketika buku Pejuang dan Prajurit karya Nugroho Notosusanto terbit tahun 1984. Wajah Soekarno tak tampak dalam foto pengibaran Merah-Putih, 17 Agustus 1945. Hanya wajah Bung Hatta yang kelihatan. Sejarawan Abdurrachman Surjomihardjo menelepon penerbit Sinar Harapan. Menurut dia, tindakan itu merupakan penggelapan sejarah. Hanya pada edisi berikutnya, wajah Soekarno muncul kembali. Hingga hari ini tidak diketahui apa motifnya: upaya de-Soekarnoisasi, ataukah wajah Soekarno yang terbuang tanpa sengaja ketika penerbit memperbesar foto?

Add a comment

Read more...

You are here: Pustaka Tinjauan Buku